Teknik wawancara merupakan hal yang sangat vital dalam berbagai bidang.. Wawancara menjadi salah satu alat dalam mendapatkan informasi, baik dalam setting PIO maupun pendidikan, dan sebenarnya masih banyak bidang lain yang juga menggunakan wawancara sebagai senjata untuk memperoleh informasi...
Dalam bidang pendidikan, masalah-masalah yang sering terjadi adalah masalah perilaku anak (membolos, melawan guru, dll), bakat dan minat (penjurusan), learning disabilities, dan masalah lainnya... Ketika kita berhadapan dengan murid yang bersangkutan (bermasalah), ada beberapa hal yang perlu kita lakukan sebagai langkah untuk mengatasi masalah yang dialami siswa. Pertama, kita harus mengetahui dulu informasi mengenai siswa tersebut (hobi, minat, ketidaksukaan siswa, dll). Selanjutnya, mencoba memahami masalah yang dialami, mencari tahu apa yang melatarbelakangi persoalan tersebut terjadi..
Langkah selanjutnya adalah verifikasi pengakuan siswa dengan kenyataan, artinya kita perlu mencari informasi dari sumber lain untuk meng crosscheck apa yang dikatakan siswa tersebut.. Langkah selanjutnya adalah diagnosa apa yang terjadi pada siswa tersebut dan melakukan treatment atau modifikasi perilaku siswa yang bermasalah.. Terakhir, yang perlu kita lakukan adalah memantau apakah ada perubahan perilaku antara sebelum dan sesudah treatment...
Dalam bidang industri organisasi, kuliah kali ini langsung mendatangkan pakarnya yang adalah seorang HR Manager dan saya mendapat banyak pelajaran mengenai pekerjaan seorang lulusan sarjana psikologi di ranah industri organisasi... Pekerjaan yang banyak dilakukan adalah seputar psikotes dan interview.. Yang saya dapatkan adalah menjadi seorang HR itu akan penuh dengan konflik dalam diri, karena seringkali terjepit antara peraturan perusahaan dengan hubungan pertemanan.. Seringkali kita ingin menolong karyawan yang ada dalam perusahaan tersebut namun terbentur dengan atasan ataupun peraturan perusahaan.. Kita menjadi penengah antara atasan dengan karyawan dan itu tidaklah mudah... Hasil wawancara saya dengan psikolog yang bekerja di bidang industri organisasi juga demikian, beliau mengatakan bahwa sebenarnya yang menjadi kesulitan beliau bukanlah pekerjaan yang menumpuk dan banyak yang harus diselesaikan, tapi lebih kepada tekanan atau press baik dari atasan maupun dari teman sekerja...
Aplikasi dalam masing-masing setting pasti memiliki sedikit perbedaan karena orang yang dihadapi berbeda dan tentunya kasus yang dihadapi juga berbeda sehingga membutuhkan teknik yang berbeda pula.. :)
Thursday, May 2, 2013
SEXUAL FANTASY
Kebutuhan manusia akan seksualitas termasuk dalam kebutuhan mendasar... Setiap orang memiliki kebutuhan tersebut dan dengan adanya kebutuhan tersebut, seseorang akan berusaha memenuhinya.. Untuk orang-orang yang telah menikah, partner atau pasangan dapat menjadi sarana pemuas kebutuhan seksual seseorang.. Ekspresi seksual yang dilakukan setiap pasangan yang telah menikah berbeda-beda, setiap orang mempunyai cara masing-masing dalam hal ekspresi seksual tersebut yang kita kenal dengan sebutan sexual intercourse (hubungan seksual atau hubungan intim)...
Sekarang bagaimana dengan orang-orang yang belum menikah, darimana mereka mendapatkan pemuasan akan kebutuhan seksualitas mereka.. Setiap laki-laki dan perempuan pasti mempunyai fantasi seksual dan pasti pernah berfantasi seksual, termasuk anak yang terkenal paling alim sekalipun hehehe :D.. Apakah itu termasuk hal yang normal? sebagian orang mungkin akan bertanya-tanya demikian karena takut kalau berfantasi seksual itu adalah sebuah kesalahan.. Berfantasi seksual adalah hal yang wajar dan normal baik bagi laki-laki maupun perempuan, tetapi terdapat perbedaan intensitas pada laki-laki dan perempuan... Laki-laki jauh lebih sering berfantasi seksual dalam sehari dibandingkan dengan perempuan...
Selain itu, fantasi seksual laki-laki dan perempuan juga berbeda dalam hal kegiatan yang dibayangkan ketika berfantasi... Perempuan cenderung membayangkan hal-hal yang romantis, seperti dinner yang romantis bersama pacar, diikuti dengan bergandengan tangan, dan seterusnya.. Sedangkan pria berfantasi mengenai kegiatan seksualnya langsung, bahkan dapat berfantasi berhubungan seksual dengan orang lain atau wanita lain.. Ekstrim, bukan?
Hal berikutnya yang menarik adalah ternyata ada hubungan antara tipe kepribadian seseorang dengan fantasi seksual yang dimilikinya, tetapi tidak selalu berbanding lurus.. Terkadang, ada perempuan atau laki-laki yang terlihat alim, cupu, kuper, dan berbagai julukan lainnya ternyata memiliki fantasi seksual yang lebih liar dibandingkan dengan laki-laki yang biasa kita cap sebagai playboy... Menurut saya pribadi, ada kecenderungan seseorang yang pendiam, alim, baik, mereka memendam sendiri, tidak mengeluarkan, tidak outward, melainkan inward sehingga terkadang alam fantasi mereka lebih liar dari yang kita duga.. Sedangkan pada orang-orang yang cenderung kita kenal bandel atau nakal dalam kehidupan sehari-hari atau orang yang cenderung ekstrovert, mereka terkadang bisa membawa hal-hal tersebut "keluar" atau outward, seperti lewat humor, lewat kecenderungan atau kemampuan mereka yang bisa membicarakan apapun terhadap siapapun sehingga fantasi seksual masih dikatakan normal dan wajar..
Pada intinya, berfantasi seksual itu merupakan hal yang normal yang dapat terjadi pada siapapun.. Tetapi alangkah lebih baik kalau kita tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal semacam itu, janganlah hal tersebut menghambat kegiatan atau aktivitas kita sehari-hari... :)
Sekarang bagaimana dengan orang-orang yang belum menikah, darimana mereka mendapatkan pemuasan akan kebutuhan seksualitas mereka.. Setiap laki-laki dan perempuan pasti mempunyai fantasi seksual dan pasti pernah berfantasi seksual, termasuk anak yang terkenal paling alim sekalipun hehehe :D.. Apakah itu termasuk hal yang normal? sebagian orang mungkin akan bertanya-tanya demikian karena takut kalau berfantasi seksual itu adalah sebuah kesalahan.. Berfantasi seksual adalah hal yang wajar dan normal baik bagi laki-laki maupun perempuan, tetapi terdapat perbedaan intensitas pada laki-laki dan perempuan... Laki-laki jauh lebih sering berfantasi seksual dalam sehari dibandingkan dengan perempuan...
Selain itu, fantasi seksual laki-laki dan perempuan juga berbeda dalam hal kegiatan yang dibayangkan ketika berfantasi... Perempuan cenderung membayangkan hal-hal yang romantis, seperti dinner yang romantis bersama pacar, diikuti dengan bergandengan tangan, dan seterusnya.. Sedangkan pria berfantasi mengenai kegiatan seksualnya langsung, bahkan dapat berfantasi berhubungan seksual dengan orang lain atau wanita lain.. Ekstrim, bukan?
Hal berikutnya yang menarik adalah ternyata ada hubungan antara tipe kepribadian seseorang dengan fantasi seksual yang dimilikinya, tetapi tidak selalu berbanding lurus.. Terkadang, ada perempuan atau laki-laki yang terlihat alim, cupu, kuper, dan berbagai julukan lainnya ternyata memiliki fantasi seksual yang lebih liar dibandingkan dengan laki-laki yang biasa kita cap sebagai playboy... Menurut saya pribadi, ada kecenderungan seseorang yang pendiam, alim, baik, mereka memendam sendiri, tidak mengeluarkan, tidak outward, melainkan inward sehingga terkadang alam fantasi mereka lebih liar dari yang kita duga.. Sedangkan pada orang-orang yang cenderung kita kenal bandel atau nakal dalam kehidupan sehari-hari atau orang yang cenderung ekstrovert, mereka terkadang bisa membawa hal-hal tersebut "keluar" atau outward, seperti lewat humor, lewat kecenderungan atau kemampuan mereka yang bisa membicarakan apapun terhadap siapapun sehingga fantasi seksual masih dikatakan normal dan wajar..
Pada intinya, berfantasi seksual itu merupakan hal yang normal yang dapat terjadi pada siapapun.. Tetapi alangkah lebih baik kalau kita tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal semacam itu, janganlah hal tersebut menghambat kegiatan atau aktivitas kita sehari-hari... :)
Friday, April 26, 2013
BE CAREFUL OF HIV/AIDS!
HIV/AIDS... sebagian besar orang akan merasa jijik dan takut mendengar istilah tersebut, benar? padahal sebenarnya kita pun rentan dengan virus HIV tersebut jika tidak hati-hati ketika melakukan aktivitas sehari-hari kita... Apa sih HIV itu? Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) adalah virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Seberapa rentan sih kita dengan virus tersebut? Ternyata banyak aktivitas yang mungkin tidak kita sadari bisa membawa kita pada penularan virus HIV tersebut.. Untuk lebih jelas, berikut pemaparan tentang cara penularan virus HIV.. Ada 3 jalur penularan yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman, darah yang mengandung virus HIV, dan ibu yang mengandung yang darahnya terdapat virus HIV dapat menjadi jalur penularan virus HIV kepada anaknya ketika melahirkan...
Untuk jalur pertama, yaitu hubungan seks yang tidak aman, mungkin banyak di antara kita yang berpikir itu terlalu ekstrim, kita berpikir "ah saya bebas dari HIV, saya 'kan ga pernah berhubungan seksual yang macem-macem"... Memang untuk jalur penularan yang pertama itu kedengarannya ekstrim untuk orang-orang yang tidak "nakal"... Bagaimana untuk jalur penularan kedua, yaitu melalui darah... Contohnya, ketika para perempuan yang pergi ke salon untuk melakukan manicure atau pedicure, pastikan alat-alat yang digunakan bersih, bisa saja kan alat tersebut dipakai orang sebelumnya dan ternyata dia mengalami luka serta darahnya yang mengandung virus HIV menempel pada alat tersebut.. Contoh berikutnya lebih rentan lagi untuk kita semua.. Pasti kita semua pernah pergi ke dokter gigi, bukan? Nah, pastikan juga alat-alat yang digunakan dokter itu steril karena alat-alat tersebut akan masuk ke mulut kita, bayangkan jika alat tersebut sudah terkontaminasi darah dengan virus HIV misalnya ketika melakukan tindakan mencabut gigi, pasti ada darah keluar yang mungkin beberapa di antaranya darah tersebut sudah terkontaminasi...
Untuk jalur ketiga yaitu ibu yang mengandung dan darahnya mengandung HIV sangat rentan bagi anaknya juga untuk tertular virus HIV... Bayangkan kejadian berikut, ibu yang sehat saja pada akhirnya bisa melahirkan anak dengan virus HIV dan ia sendiri tertular karena tidak menyangka banyak hal di sekitarnya yang sangat rentan untuk menjadi jalur penularan... Jadi kisahnya seperti ini, ada seorang ibu yang sama sekali tidak terkena virus HIV datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya, ternyata mungkin alat yang dipakai dokter tidak steril dan akibatnya ibu ini terkena HIV dan anaknya pun ikut tertular...
Untuk jalur ketiga ini sepertinya tidak adil bagi anak yang ada dalam kandungannya yah kalau dia harus tertular virus HIV sejak lahir... Setelah saya mendengar penjelasan dari Bu Henny, saya baru mengerti ternyata ada cara untuk meminimalisasi kemungkinan anak tersebut tertular HIV juga.. Caranya adalah pasangan suami istri yang istrinya mengidap AIDS dan ingin memiliki anak tanpa AIDS dapat melakukan hubungan seksual pada jam tertentu, yaitu ketika sistem imun sedang tinggi, pada jam 2-4 subuh.. Selanjutnya, anak yang akan dilahirkan harus melalui proses caesar, jangan melalui vagina.. Itu adalah cara-cara untuk meminimalisisr, tetapi belum tentu menghilangkan resiko anak tersebut tertular HIV juga karena cukup sulit untuk memperkirakan waktu berhubungan seksual yang tepat..
Kisah ini juga menjadi pembelajaran buat kita semua ternyata jalur penularan memang sedikit hanya 3, tetapi banyak kemungkinan-kemungkinan yang tidak terpikirkan oleh kita.. Jadi, berhati-hatilah terhadap lingkungan sekitar kita, pastikan dulu kita punya pengetahuan ini sehingga kita bisa lebih aware akan kejadian-kejadian di sekitar kita... :)
Untuk jalur pertama, yaitu hubungan seks yang tidak aman, mungkin banyak di antara kita yang berpikir itu terlalu ekstrim, kita berpikir "ah saya bebas dari HIV, saya 'kan ga pernah berhubungan seksual yang macem-macem"... Memang untuk jalur penularan yang pertama itu kedengarannya ekstrim untuk orang-orang yang tidak "nakal"... Bagaimana untuk jalur penularan kedua, yaitu melalui darah... Contohnya, ketika para perempuan yang pergi ke salon untuk melakukan manicure atau pedicure, pastikan alat-alat yang digunakan bersih, bisa saja kan alat tersebut dipakai orang sebelumnya dan ternyata dia mengalami luka serta darahnya yang mengandung virus HIV menempel pada alat tersebut.. Contoh berikutnya lebih rentan lagi untuk kita semua.. Pasti kita semua pernah pergi ke dokter gigi, bukan? Nah, pastikan juga alat-alat yang digunakan dokter itu steril karena alat-alat tersebut akan masuk ke mulut kita, bayangkan jika alat tersebut sudah terkontaminasi darah dengan virus HIV misalnya ketika melakukan tindakan mencabut gigi, pasti ada darah keluar yang mungkin beberapa di antaranya darah tersebut sudah terkontaminasi...
Untuk jalur ketiga yaitu ibu yang mengandung dan darahnya mengandung HIV sangat rentan bagi anaknya juga untuk tertular virus HIV... Bayangkan kejadian berikut, ibu yang sehat saja pada akhirnya bisa melahirkan anak dengan virus HIV dan ia sendiri tertular karena tidak menyangka banyak hal di sekitarnya yang sangat rentan untuk menjadi jalur penularan... Jadi kisahnya seperti ini, ada seorang ibu yang sama sekali tidak terkena virus HIV datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya, ternyata mungkin alat yang dipakai dokter tidak steril dan akibatnya ibu ini terkena HIV dan anaknya pun ikut tertular...
Untuk jalur ketiga ini sepertinya tidak adil bagi anak yang ada dalam kandungannya yah kalau dia harus tertular virus HIV sejak lahir... Setelah saya mendengar penjelasan dari Bu Henny, saya baru mengerti ternyata ada cara untuk meminimalisasi kemungkinan anak tersebut tertular HIV juga.. Caranya adalah pasangan suami istri yang istrinya mengidap AIDS dan ingin memiliki anak tanpa AIDS dapat melakukan hubungan seksual pada jam tertentu, yaitu ketika sistem imun sedang tinggi, pada jam 2-4 subuh.. Selanjutnya, anak yang akan dilahirkan harus melalui proses caesar, jangan melalui vagina.. Itu adalah cara-cara untuk meminimalisisr, tetapi belum tentu menghilangkan resiko anak tersebut tertular HIV juga karena cukup sulit untuk memperkirakan waktu berhubungan seksual yang tepat..
Kisah ini juga menjadi pembelajaran buat kita semua ternyata jalur penularan memang sedikit hanya 3, tetapi banyak kemungkinan-kemungkinan yang tidak terpikirkan oleh kita.. Jadi, berhati-hatilah terhadap lingkungan sekitar kita, pastikan dulu kita punya pengetahuan ini sehingga kita bisa lebih aware akan kejadian-kejadian di sekitar kita... :)
Thursday, March 28, 2013
DO NOT EVER UNDERESTIMATE!
Perkuliahan hari ini membahas hal-hal yang menurut saya baru dan “waw” yaitu mengenai macam-macam sexual dysfunction.. Pertama, saya akan menguraikan beberapa macam disfungsi seksual sehingga ada gambaran dan pengetahuan kita semakin bertambah… Ada disfungsi seksual yang berkaitan dengan desire seseorang, sehingga yang terganggu adalah hasratnya.. Berkaitan dengan hal tersebut, ada yang mengalami ketiadaan hasrat melakukan hubungan seksual (hypoactive) dan menghindari semua kontal genital dengan orang lain (sexual aversion disorder).
Disfungsi seksual berikutnya berkaitan dengan orgasme.. pada perempuan, orgasme tidak dapat dicapai ketika melakukan hubungan seks dan dinamakan female orgasmic disorder.. Kalau terjadi pada laki-laki dinamakan male orgasmic disorder.. Nah, istilah berikut pasti sering kita dengar yaitu ejakulasi dini.. Ejakulasi dini ini merupakan hal yang membuat laki-laki sering frustrasi dimana ejakulasi terjadi lebih cepat daripada yang seharusnya .. Ejakulasi dini bisa disebabkan karena terlalu banyak menonton film porno, sering melakukan masturbasi..
Disfungsi seksual lainnya berkaitan dengan rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual, seperti vaginismus dan dyspareunia. Dyspareunia adalah rasa sakit berulang ketika melakukan hubungan seksual.. Vaginismus adalah kelainan dimana otot vagina menjadi tegang (spasm) sehingga hubungan seksual tidak mungkin dilakukan atau mungkin dilakukan dengan rasa sakit yang begitu hebat…
Setelah mengetahui macam-macam disfungsi seksual, seharusnya kita lebih aware karena hal ini bisa terjadi pada siapapun.. Kalau kita menjumpai hal tersebut suatu saat nanti, kita sudah mempunyai bekal pengetahuan.. Kita dapat bergerak lebih cepat untuk mencari pertolongan, baik lewat medis (dokter) maupun psikoterapi (psikolog).. Orang awam yang tidak tahu pasti akan mengabaikan gejala-gejala yang mungkin dijumpainya karena merasa tidak perlu pertolongan sampai nanti dampaknya makin parah.. Kita harus tahu bahwa masalah disfungsi seksual dalam rumah tangga bisa berdampak ke hal-hal lain, merembet, dan akhirnya menjadi masalah besar yang tidak terselesaikan..
Kepuasan seksual menjadi salah satu hal yang penting dalam kehidupan pernikahan seseorang, walaupun bukan satu-satunya hal yang paling penting.. Kepuasan seksual menjadi hal yang melekatkan, mendekatkan kedua partner yang terikat pernikahan, memberi kenyamanan, kedekatan emosional, merasa dibutuhkan satu sama lain, dan hal positif lainnya..
Dengan mengetahui pentingnya kepuasan seksual dalam kehidupan pernikahan, janganlah kita meremehkan gejala-gejala atau apapun yang aneh yang mungkin akan kita temui sekarang (bagi yang telah menikah) atau suatu saat nanti. Do not ever underestimate it! For your marriage satisfaction :)

Disfungsi seksual berikutnya berkaitan dengan orgasme.. pada perempuan, orgasme tidak dapat dicapai ketika melakukan hubungan seks dan dinamakan female orgasmic disorder.. Kalau terjadi pada laki-laki dinamakan male orgasmic disorder.. Nah, istilah berikut pasti sering kita dengar yaitu ejakulasi dini.. Ejakulasi dini ini merupakan hal yang membuat laki-laki sering frustrasi dimana ejakulasi terjadi lebih cepat daripada yang seharusnya .. Ejakulasi dini bisa disebabkan karena terlalu banyak menonton film porno, sering melakukan masturbasi..
Disfungsi seksual lainnya berkaitan dengan rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual, seperti vaginismus dan dyspareunia. Dyspareunia adalah rasa sakit berulang ketika melakukan hubungan seksual.. Vaginismus adalah kelainan dimana otot vagina menjadi tegang (spasm) sehingga hubungan seksual tidak mungkin dilakukan atau mungkin dilakukan dengan rasa sakit yang begitu hebat…
Setelah mengetahui macam-macam disfungsi seksual, seharusnya kita lebih aware karena hal ini bisa terjadi pada siapapun.. Kalau kita menjumpai hal tersebut suatu saat nanti, kita sudah mempunyai bekal pengetahuan.. Kita dapat bergerak lebih cepat untuk mencari pertolongan, baik lewat medis (dokter) maupun psikoterapi (psikolog).. Orang awam yang tidak tahu pasti akan mengabaikan gejala-gejala yang mungkin dijumpainya karena merasa tidak perlu pertolongan sampai nanti dampaknya makin parah.. Kita harus tahu bahwa masalah disfungsi seksual dalam rumah tangga bisa berdampak ke hal-hal lain, merembet, dan akhirnya menjadi masalah besar yang tidak terselesaikan..
Kepuasan seksual menjadi salah satu hal yang penting dalam kehidupan pernikahan seseorang, walaupun bukan satu-satunya hal yang paling penting.. Kepuasan seksual menjadi hal yang melekatkan, mendekatkan kedua partner yang terikat pernikahan, memberi kenyamanan, kedekatan emosional, merasa dibutuhkan satu sama lain, dan hal positif lainnya..
Dengan mengetahui pentingnya kepuasan seksual dalam kehidupan pernikahan, janganlah kita meremehkan gejala-gejala atau apapun yang aneh yang mungkin akan kita temui sekarang (bagi yang telah menikah) atau suatu saat nanti. Do not ever underestimate it! For your marriage satisfaction :)

Friday, March 22, 2013
BE CAREFUL!
Alat kontrasepsi pada jaman sekarang
semakin bervariasi. Melalui perkuliahan hari ini saya pribadi banyak mendapat
pengetahuan baru mengenai alat kontrasepsi serta dampak yang mungkin timbul
dari penggunaan alat kontrasepsi tersebut. Banyak pasangan yang menunda
memiliki anak dengan berbagai macam alasan. Faktanya, pihak perempuan yang
biasanya lebih banyak menggunakan alat kontrasepsi dibandingkan pria.
Alat kontrasepsi terdiri dari
macam-macam bentuk, baik untuk laki-laki dan perempuan.. Untuk yang paling
lazim dibicarakan adalah kondom.. Kondom yang baik terbuat dari bahan lateks..
Bagi laki-laki, vasektomi juga dapat menjadi pilihan alat kontrasepsi namun
bersifat permanen sehingga masih banyak laki-laki yang tidak mau menggunakan
metode tersebut karena konsep permanen itu.. Padahal walaupun pria sudah
melakukan vasektomi, ia masih dapat menikmati hubungan seksual..
Bagi pihak perempuan, ada alat
kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam vagina, seperti ring.. Untuk yang
permanen, perempuan juga bisa melakukan tubektomi dimana bagian tuba fallopi
diikat sehingga tidak memungkinkan untuk hamil... Alat kontrasepsi berdasarkan
tujuannya bisa digunakan untuk menunda kehamilan sementara dan secara
permanen.. Kita harus berhati-hati terhadap penggunaan alat kontrasepsi
tertentu terutama yang mengganggu fungsi hormonal kita, apalagi bagi pasangan
yang tujuannya adalah menunda anak sementara
Ternyata, menunda anak dengan
menggunakan alat kontrasepsi tertentu bagi pasangan yang belum pernah memiliki
anak dapat menjadi sebuah bencana bagi pasangan tersebut. Alat kontrasepsi yang
digunakan, baik pil maupun suntik, dapat mengganggu hormon yang ada dalam tubuh
perempuan yang nantinya bisa menyebabkan keinginan memiliki anak benar-benar
"tertunda".. "tertunda" yang saya maksud disini adalah
benar-benar tidak bisa memiliki anak... Memang tidak semua kasus seperti itu,
tetapi ada baiknya bagi pasangan yang baru menikah dan belum pernah memiliki
anak tetapi ingin menunda, gunakan cara alami yaitu tidak berhubungan seksual
selama masa subur.. Tentunya membutuhkan perhitungan yang tepat, kalau tidak ya
sama saja hehehe....
Dampak lain yang mungkin adalah
terjadinya infeksi karena alat kontrasepsi yang digunakan terlalu lama
dibiarkan, bahkan ada yang menyebabkan bau tertentu..
Dengan mengetahui dampak yang mungkin
ditimbulkan alat kontrasepsi, berhati-hatilah dalam memilih dan menggunakan alat
kontrasepsi :)
THE IMPORTANCE OF SOCIAL HISTORY
Perkuliahan hari ini membahas mengenai
pentingnya social history dari
seseorang yang menjadi klien kita.. social
history meliputi banyak area seperti asal usul keluarga, keluarga besar,
status pernikahan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, hubungan interpersonal
orang tersebut, preferensi seksual, rekreasi orang tersebut, riwayat medis,dan
masih banyak hal lainnya..
Hal yang saya dapatkan melalui perkuliahan
hari ini adalah dengan family genogram
ternyata banyak sekali hal yang dapat kita peroleh mengenai klien kita.. Family genogram dapat melihat urutan
kelahiran klien, umur orangtua klien ketika melahirkan yang mungkin bisa jadi
penyebab riwayat penyakit tertentu.. Melalui family genogram juga dapat diperoleh info mengenai jumlah saudara,
dengan siapa klien tinggal, dll..
Family
history berguna untuk mengetahui apa klien memiliki riwayat penyakit genetik
tertentu, baik penyakit biologis maupun psikologis, selain itu untuk melihat
seberapa besar pengaruh keluarga besar dalam kehidupan klien, seberapa besar
pengaruh budaya, dan juga dapat melihat pola komunikasi dalam keluarga
tersebut...
Sejarah pendidikan klien juga
dibutuhkan untuk melihat proses sosialisasi klien karena biasanya orang yang
kurang dapat bersosialisasi dapat menjadi indikator bahwa orang tersebut gagal
menguasai soft skill dasar.. Status perkawinan dibutuhkan sebagai info berapa
kali orang tersebut telah menikah, tetapi hal ini sangatlah sensitif sehingga
harus berhati-hati ketika menggali info ini..
Preferensi rekreasi juga perlu
diketahui untuk melihat berapa banyak waktu yang klien gunakan untuk having
fun, karena hal tersebut penting untuk me refresh
pikiran klien.. Orang dengan tipe kepribadian A sulit untuk menikmati waktu
senggang karena biasanya mereka terburu-buru dan ingin menyelesaikan semua
pekerjaan dalam waktu singkat..
Social history ini biasa digali pada pertemuan-pertemuan awal dari sesi terapi... Secara umum, sangatlah penting untuk
mengetahui info sebanyak-banyaknya mengenai klien yang kita tangani, semakin
banyak info yang kita dapat, semakin lebih tepat ketika kita melakukan
diagnosis.. :)
Thursday, March 14, 2013
PRACTICES MAKE PERFECT
Perkuliahan hari ini membahas mengenai keterampilan dasar
yang dibutuhkan sebagai seorang pewawancara yang baik… Banyak sekali hal yang
harus dimiliki seorang pewawancara agar ia bisa melakukan wawancara dengan
teknik yang baik dan benar… Saya pribadi ketika menjelaskan penjelasan dari Kak
Tasya merasa masih banyak hal dari diri saya yang perlu saya perbaiki untuk
dapat menjadi seorang pewawancara yang benar.. Untuk sedikit review mengenai materi hari ini,
keterampilan yang harus dimiliki meliputi kemampuan membina rapport, empati, attending behavior (mengurangi kuantitas bicara), keterampilan
observasi, dan active listening..
Hal-hal yang saya dapatkan mengenai pembelajaran hari ini
cukup banyak. Pertama, untuk menjadi psikolog yang professional tidaklah mudah.
Psikolog pastinya akan banyak menggunakan teknik wawancara dengan intensitas
yang cukup tinggi sehingga dibutuhkan bekal pengetahuan untuk calon psikolog
ketika mewawancarai kliennya. Untuk menjadi professional, kita haruslah bisa
memisahkan antara masalah pekerjaan dan masalah pribadi.. Terkadang, masalah
pribadi bisa sangat mengganggu kita ketika sedang bekerja, apalagi untuk kaum
perempuan yang sangat menggunakan emosinya..
Masalah ini ternyata bisa berdampak pada keterampilan
lainnya yang seharusnya dimiliki pewawancara, yaitu active listening. Ketika kita sedang mempunyai masalah pribadi dan
pada saat yang sama harus mendengarkan orang lain bercerita, ditambah harus memberi
nasihat serta masukan, tidaklah mudah.. Malah saya rasa sangatlah sulit..
Ketika kita punya masalah pribadi, akan sangat sulit bagi kita untuk
berkonsentrasi penuh atau fokus dengan apa yang dibicarakan klien, sehingga
bisa berdampak pada skill lain yang dibutuhkan, yaitu active listening.
Kedua, ternyata mengenali emosi kita sendiri tidaklah
mudah.. Mengenali emosi apa yang sedang kita rasakan saat ini cukup sulit..
Sebelum kita membantu orang lain atau yang kita sebut dengan klien, seharusnya
kita sendiri sebagai calon psikolog mampu mengenali emosi dan keadaan diri kita
terlebih dahulu baru kita bisa menilai emosi orang lain dan membantunya
mengatasi masalah yang ada..
Ketiga, bagi kaum perempuan, untuk berekspresi yang sesuai
ketika mendengarkan klien juga tidaklah mudah.. Terkadang karena terlalu banyak
memakai perasaan, perempuan menjadi terlalu ekspresif ketika mendengarkan klien
bercerita.. Selain itu, perempuan juga bisa terlarut dalam suatu pembicaraan
mengenai topik tertentu yang mungkin pernah dialaminya sebelumnya, sehingga
pada akhirnya yang bercerita bukan hanya klien, tetapi psikolog nya pun ikut
curhat di dalam sesi tersebut..
Merupakan sebuah tantangan ketika kita dituntut untuk
bekerja secara professional, namun dengan latihan dan pengalaman, semua
keterampilan mungkin saja kita kuasai nantinya.. Practices make perfect :)
Subscribe to:
Posts (Atom)